“Lalat, Pergi Sana!”

Image

Mukanya marah dan ditekuk, sambil mengibas2kan tangannya mengusir serangan lalat yang menganggu kegiatannya makan jelly yang baru saja mendingin

“Lalat, Pergi Sana! Huh!”

Dia membuka pintu kasa, mengeluarkan lalat dari dalam rumah, lantas duduk kembali dan mulai asyik mengunyah

ketika, lalat datang lagi, dia mengulangi kegiatannya berkali2

aku memperhatikannya dari sudut ruangan, duduk di meja makan, menikmati saat2 dimana belum tentu aq dapati sepanjang hari

“jagoan kecilku, sudah besar”, kataku dalam hati

Continue reading

%d bloggers like this: