Keisengan Bocah

Bukti 1 :

|tadi mba suroi telp ya?|hah? enggak tuw, kapan?|agak siangan sih, 2x malah|hmm mungkin nizar atau hannan kali, maap ya

Bukti 2 :

|ayah nelp?|ngga, ada telp emang?|miscall sih, anak2 paling

seberapa sering anak anda mainan hp dan tanpa sengaja nelp secara random ke teman2 kita ? mungkin sering, karena anak2 dimana-mana sama saja

Maen kuda2an

Maen kuda2an

Continue reading

Apakah anda Normal ? Yakin?!

Disebuah diskusi malam salah satu tv swasta dengan tema yg lagi happening banget dimana-mana gara2 ulah bupati garut Aceng Fikri : kawin sirri,sah atau tidak? salah seorang panelis yg juga menjabat sebagai imam besar masjid istiqlal,mengeluarkan statement yg cukup menarik.

Mau tau?mau tau aja atau mau tau banget?:D

Kurang lebih begini :

“Anda bisa bertanya keseluruh lelaki,saya yakin seluruhnya pasti menjawab ingin poligami,jika ada lelaki yg tidak ingin poligami maka dia sesungguhnya lelaki TIDAK NORMAL”

Yg kemudian disambut tawa oleh hampir semua hadirin lelaki,tapi tidak demikian halnya yg wanita

Aku,yang atas kehendak Allah sedang menonton bersama suami,kontan melihat kearahnya dan bertanya :

|Ayah termasuk yg normal apa ga?|*tersenyum aja*|ayah?|*masih tersenyum*

|ga normal|APA?!?! Jadi aku menikahi lelaki yg TIDAK NORMAL?!?!*menjawb heboh*|halah lebay *balasnya enteng*

Continue reading

Bukan aku tak ingin

|lu kenapa masih kerja?disuruh laki lu kerja?| tanya beberapa bapak2 dikantor yang istri2nya memang tdk bekerja

|mba ga brenti kerja aja? anaknya kan sudah dua, kalo saya sih ga tega nitipin anak ke pembantu| celoteh ibu2 yang lain

|ga pengen momong anak aja mba dirumah|

sudah puluhan kali aku mendengar statement itu baik secara langsung maupun tdk langsung di BBM, dan banyak case aku cuman berucap :

“InsyaAllah segera, mohon do’anya ya” , tetapi kalau statement nya disertai dengan prasangka negatif, maka aku tertantang untuk menjelaskan secara gamblang alasan aku bekerja sampai sekarang

Continue reading

Jemput Jodoh : Part 3 (Final)

Ridho Allah tergantung Ridho orang tua

Sering dengar kalimat populer itu kan? Yak betul,langkah pertama yang diambil oleh Pelangi adalah instrospeksi diri,sejauh mana ortunya bahagia punya anak seperti dia,satu2nya pula…..jadi ga ujug-ujug minta doa ama ortu tanpa menkondisikan suasana dulu….

Pelangi mencium tangan kedua ortunya,sungkem sejenak sambil menumpahkan semua penyesalan atas kesalahannya yg telah lalu,sadar bahwa apa yang sudah dilakukannya untuk membahagiakan mereka berdua masih jauh panggang dari api *bener ga si istilahnya*,ortunya trenyuh berurai air mata sambil terus mendo’akan kebaikan untuk Pelangi…

Nah,do’a dari orang tua yang selalu ridho atas kita itu tak ada pembatas,insyaAllah mustajab….momen yang diambil Pelangi untuk mere-fresh hubungannya dengan ortu adl ketika penolakan itu…masing2 kita pasti bisa menemukan momen itu,ga nunggu ditolak dulu pastinya…hihihi Eits,ga melulu ditolak pujaan hati lho,bisa ditolak investor,customer,bos dll…tentu kita punya status dan keinginan yang berbeda2

Tak hanya itu,Pelangi pun meningkatkan sedekah rutinnya,diluar zakat tentunya ,menambah amalan2 hariannya…cuman satu niatnya,supaya Allah pun Ridho padanya,ketika Ridho Allah tlah digenggam,tak ada lagi yang tak mungkin bagiNya…tinggal kita minta apa yang menjadi keinginan kita,kebaikan dunia akhirat

Pesan sponsor buat para pejuang wanita yg masih single,jangan takut untuk meLAMAR dia,asal dilakukan dengan cara-cara yang baik dan tidak mengundang murkaNya…kalopun anda ditolak,percayalah…..dia tidak seberuntung itu untuk bisa mendapatkan wanita sebaik dan segigih anda….muach..kiss kiss…slamat berjuang sobat!Harapan itu masih ada

Based on true story,sedikit ngayal disana sini,jam jempol tanda bahwa cerita ini mendapat restu sudah saya kantongi 😀 -the end-

Jemput Jodoh : Part 2

Bagas,nama lelaki itu.Dia,datang tak dijemput pulang tak diantar,tiba-tiba datang ke rumah Pelangi bersama kedua ortunya.Pelangi sekilas tak mengenalnya,pertemuan terakhir dengan Bagas adl ketika gadis itu mendorong Bagas kecil jatuh dari pohon cherry (talok/keres) krn rebutan buah,semenjak itu meraka tak lagi main bersama krn Bagas pindah sekolah,dan gadis itu tak sempat minta maaf padanya.

Sesaat setelah lelaki itu memperkenalkan diri,tiba2 Pelangi mendadak panic (pake c),ijin meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.Sambil gigit2 bantal dia nge-batin :

“Gila ni cowok,mau balas dendam kejadian masa lampau apa ya? Koq pake bawa2 ortu segala…ooo tidak…”

Continue reading

Jemput Jodoh : Sebuah Nostalgia (part 1)

Konon, jaman dahulu kala, ada seorang wanita yang sudah melampui deadline usia menikah pada umumnya, sebut saja Pelangi. Sementara pria yang diidam-idamkannya tak kunjung melamarnya, ya sich emang, tu pria cuman mampu di kaguminya dalam diam, ditatapnya dari jauh, sejauuuuuuhhh bintang dilangit :-D. Ya karena orang tua sudah sangat berharap agar anak semata wayangnya ini segera menikah, akhirnya dia NEKAD (pake D) untuk MELAMAR pria tersebut! Dulu, hal ini masih amat sangat dianggap tabu, sekarang, sudah ada iklannya tuh di tipi! Pastinya dia tahu betul konsekuensinya, hanya ada 2 kemungkinan, DITERIMA atau DITOLAK! but still, no harm to try right? kali aja diterima gitu, daripada nyesel seumur idup pikirnya, maka dengan semangat 45 dia memberanikan diri untuk bertemu dan MELAMAR  langsung pria itu.

Sang pujaan hati hanya diam, seribu bahasa (padahal ye, klo di perempuan, diam artinya menerima bukan?).Sadar kalo sang pria butuh waktu untuk mikir mikir, Pelangi memberinya waktu 2×24 jam harap lapor satpam..hehehehe. Tak kurang dari 24 jam, hp jadul milik Pelangi bergetar begitu juga hatinya pun ikut bergetar, padahal juga cuman SMS nawarin KTA…haiyaaahh (paling sebel nich gw ama beginian)…becanda ding, SMS dari Sang pria pun datang, sejenak dia menutup mata, tarik napas dalam2, ambil posisi yoga, yak yoga dimulai….begini kira2 bunyi SMS nya

Continue reading

Someday

Someday

yeah, someday i will buy a car or be granted perhaps ^^

amin

sebenarnya suami sudah dari tahun kemaren pengen beli mobil, “ga harus baru, second juga fine, kasihan nizar klo kemana2 pake motor” katanya membujukku, aku sempet goyah juga ma pendirian untuk menunda beli mobilnya, tapi akhirnya BIG NO NO dulu deh

my concerns are :

1. nizar masih kecil, banyakan di rumah, kalo mau ke dokter bisa naik taksi or motor juga gpp, deket banget RSnya, 10 menit ajah pake motor

2. masih ada keperluan lain yang lebih wajib untuk didahulukan daripada mobil

3. nanti kalo rumah sudah lunas (5 more years…ihik  ihik), baru deh beli mobilnya

tapi suami tetep keukeuh ngerayunya

“ntar kan bunda bisa pake buat ngantor jadi ga naik ojeg, fider, ato cari tebengan klo ayah ga bisa nganter or kluar kota”…

HAH ? hari gini bawa mobil ndiri ke kantor ?

macet dimana mana , Tol mahal, bensin mahal, belum biaya perawatan de el el

duh ayah…sabar dulu yaa

Continue reading

%d bloggers like this: