Orang bilang ayah teroris

paridah.jpg

Ini bukan cinta buta karena aku mencintainya tidak dengan jiwa meraba-raba, apalagi jiwa buta

kutipan itu adalah salah satu tulisan paridah abbas dalam bukunya “Orang bilang ayah teroris” yang menurutku istimewa. seorang teman merekomendasikanny untuk dibaca, dan mencari-cari buku itu tidaklah mudah, tapi akhirnya aku menemukannya di palasarionline 😀

Paridah, warga asli malaysia kelahiran singapura bersuamikan orang indonesia yang menjadi terpidana mati kasus bali ini, berhasil mengawinkan kecerdasan, kejelian, kepasrahan, ketegaran, ketangguhan dan keindahan dalam setiap kata yang ditulisnya, dalam setiap rasa yang diutarakannya

aku sama sekali tidak melihat ada kata menyerah dalam bahasa yang ia rangkai, sejatinya dia adalah wanita luar biasa yang mungkin jarang ada, terlepas dari statusnya yang bersuamikan seorang teroris (tertuduh)

cara dia mendidik kelima anaknya (enam dengan si bayi)

cara dia menjelaskan permasalahan yang tengah menimpa abinya (Ali Ghufron alias Mukhlas) sungguh memikat hati

pun bisa dilihat dari dialog berikut ini yang terjadi antara dia dan sulungnya, ketika dia membiarkan anak2nya “membohongi” adikny yang paling kecil lantaran bertanya seputar penangkapan abinya :

“Kenapa ummi bohong tadi ?”, tanya si sulung

“Bukan ummi, tapi abang dan kakak ?”

“Tapi ummi diamkan, kata abi, siapa yang mendiamkan kesalahan, maksiat sama dengan syaithan bisu, kenapa ummi ? ”

“hmm..berapa umur adikmu ?”

“lima tahun..”

“lima tahun tu masih kecil, tak semua hal boleh diberitahu pada anak kecil…”

“jd yg td itu bukan bohong ?”

“jelas bohong, tapi bohong yang dipaksakan, kakak tahu mangkok plastik yang didapur itu ? Apa jadi bila ummi tuangkan minyak panas kedalamnya ?”

“dia jadi cacat ummi..berlubang”

“begitulah anak kecil ”

dialog yang syarat dengan kecersadan dan kejelian orang tua dalam mendidik anak2nya

catatan harian ini pun aku rekomendsikan untuk dibaca bagi anda2 yang berminat dan ingin sedikit belajar tentang bagaimana mendidik anak 😀   —> meski aku bln punya anak, hehehehe

Paridah, yang seharinya2 mengenalkan tentang tokoh2 berpengaruh di dunia kepada anak2nya sejak dini, mengajar menghafal Alqur’an, pun tak kalah juga menceritakan cerita Henzel dan Gretel dengan diubah disana sini, terutama menghilangkan kesan ibu tiri yang galak, karena menurutnya tokoh itu sengaja dibangun oleh Barat untuk melekatkan phobia kepada ibu tiri dan lebih jauh ke arah poligami (Nah lho, ga pernah terpikir olehku pemikiran seperti ini)

terlepas dari kekegumanku akan ketangguhan sosoknya, ada satu hal yang tidak aku suka, tertulis dalam goresan penanya berikut ini :

Kalau memang mereka pelaku dan melakukan itu dengan keyakinan yang didasari nash dari Kitabullah dan Al Hadits, aku bangga dan kuikhlaskan nasib mereka.

teringat pula sulungku pernah berkata :

“Ummi kalaulah yang di bom itu tempat maksiat dengan orang2 yang tak tahu malu dan abi dituduh…Bravo abi!!”

itulah hal mendasar yang tidak aku setujui darinya, meskipun dia mengatakan itu untuk menghibur hatinya yang gundah lantaran tak mendapat kesempatan untuk tahu alasan suaminya melakukan pemboman itu…tetap saja, bukan itu cara untuk menghapuskan kemaksiatan di muka bumi ini

Wallahu’alam

Advertisements

10 Responses

  1. terlepas dari pro-kontra, yang buat saya salut dari mereka adalah komitmen baja pemahaman mereka. mereka rela berkorban apa saja untuk sebuah tindakan yang diyakini kebenarannya. ini yang membuat saya acungkan jempol untuk mereka. saya (dan mungkin kita) belum bisa.
    tapi tetap saja, bukan itu cara untuk menghapuskan kemaksiatan di muka bumi ini.
    jakarta banjir, ikut ngungsi gak?

  2. iya, salut bgt.
    alhamd, ga bnjir, daeraahku lumayn lebih tinggi dari yang lain, jadi aman terkendali
    klo tempatku banjir juga, jkt tenggelam mungkin 😦

  3. ‘ammah, nazla sudah punya adek.

  4. maap yah, OOT
    cuma mau nanya, waktu mesen di palasarionline itu, berapa lama dari transfer uang terus dapet bukunya? Kok aku udah tiga bulan pesen belum dikirimin juga ya bukunya? jadi agak2 curiga, palasarionline tuh beneran gak sih?
    —-ullyyanggabiasapesenbukuonline—–

  5. Sayang sekali kalau tante Paridah berhenti menulis, kami tunggu tulisan berikutnya–

  6. semangat untuk dapatkan “kenikmatan hidup” setiap orang berbeda-beda..
    semoga kita salah satu darisekian yang bisa istiqamah dalam islam… aminnn.

  7. kami tunggu novel karya kak paridah yang lain

  8. mesen buku ini dong sms ke 089604674313 asep pleassssssssss gan pengen baca

  9. Wah,itu dah luamaaaaaa bingits bukunya,buku ku jg dl aku pinjemin ke org lain yg skrg ga tau rimbanya

  10. HAHA, okelah kalo begitu ,, ya terimakasih satu bintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: