SEBAIT SAJAK UNTUKMU

lagi buka-buka milis penyair, nemu sajak berikut :

Kepada Ukhti yang memiliki cahaya mata  yang indah

Aku ingin menulis sebait sajak untukmu, Ukhti
Agar terurai rindu yang terhimpit di sela karang kehidupan
Ketika perahuku berlayar di bening air matamu
Pada senja yang diam,
Pada waktu yang semakin menepi.

Di lentik bulu matamu
Tempat di mana perahu kecilku ditambatkan
Kulabuhkan luka, penderitaan dan cintaku.

Pada hurufhuruf yang terlahir dari rahim penaku
Sebait sajak kutuliskan di keningmu.
Kelak, jika tiba waktunya
Saat hatiku telah melebur bersama tubuhmu
Akan kubacakan sebait sajak itu, perlahan ditelingamu
Pada senja yang diam
Pada waktu yang semakin menepi.

Sang Ilalang
Ketika Patah!

Advertisements

Bintang Jatuh

Hari itu hari Kamis, hari ke tigaku i’tikaf bareng mereka, akhwat-akhwat yang baru aku kenal, ada Devi, Sari, Leni, dan Rina semuanya bekerja di bimbingan belajar Bintang Terang

enaknya bekerja disitu, mereka bisa dapet hadiah 10 hari i’tikaf secara cuma-cuma, tidak dipotong cuti, tetep digaji dan mendapat bekal i’tikaf, hanya dengan satu  syarat melakukan 10 hari penuh i’tikaf, jadi ada semacam trustworthy antara karyawan dan pemilik bimbel

ngobrol dengan mereka serasa ngobrol dengan akhwat2 di surabaya dulu, penuh dengan humor-humor segar nan bermutu, jauh dari obrolan seputar suami dan anak-anak 😀

karena mrk semuanya masih single, salah satunya adalah obrolan yang kami lakukan sambil menyantap makan sahur.

adalah Devi yang memulai membahas tafsir Qur’an surat Al Mulk ayat 5 :

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَآء الدُّنْيَا بِمَصَـبِيحَ وَجَعَلْنَـهَا رُجُوماً لّلشَّيَـطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

” Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala ”

Continue reading

Belajar menjadi anak bungsu

selama 1 jam perjalanan di pesawat dan 1 jam di taksi menuju kos, aku dan mas joko berdiskusi tentang banyak hal, sebelumnya aku mengira akan ada mba Anca yang menemani kami seperti saat sama-sama terbang ke surabaya, tapi ternyata ia nya sudah balik ke jakarta duluan, maklum lah, dia yang booking tiketnya, aku cuman bayar dan tau beres aja 😀

kami bercerita tentang aktivitas masing-masing selama liburan

berdiskusi soal yayasan pendidikan di kampung halamannya

berbagi tentang kegiatan silaturahmi yang pasti banyak mendapatkan ilmu

dan yang paling penting, dia mengajariku menjadi anak bungsu yang baik 😀

Continue reading

From Pasuruan with love ^_^

kambing Memanfaatkan libur panjang lebaran, aku memutuskan untuk ikut acara Muqimnya anak-anak LP2I (LSM Peduli Pendidikan Indonesia) di Pasuruan tanggal 19-21 October 2007, tapi karena aku harus balik ke jakarta tanggal 21, jadi hanya bisa ikut sampai tanggal 20 aja.

Ibuku, yang biasanya paling ga suka melihat aku keluyuran kalau pulang, kali ini malah bertanya : “tumben kamu ga keluyuran, ga mau ke temen-temenmu tha ? ”

pucuk di cinta ulam pun tiba, saat itulah aku meminta ijinnya untuk ikut Muqim 😀

kalau belum ada “preambule” dari beliau, mungkin aku ga berani minta ijin

la orang cuti cuman 10 hari, cabut 2 hari, bln keitung pergi2 yang setengah hari nya 😀

meskipun cuman 2 hari, tapi rasanya aku menemukan nuansa lain…

remind me of something, mimpi indahku 30 tahun lagi

Continue reading

Ayat-ayat Cinta

ayat ayat cinta

Setelah sekian puluh orang berpromosi dan merekomendasikan buku ini untuk dibaca, akhirnya tiba giliranku untuk mencicipi kedahsyatan novel besutan Habiburahman El Shirazi (Kang Abik) itu. Kalau bukan karena dapet buku gratis pas acara buka puasa bersama bareng Kang Abik di kantor kapan hari, mungkin sampai sekarang saya belum membacanya. Komentar singkat saya : Fachri tidak berhasil membuat ku jatuh cinta, hatiku masih menjadi milik Arai 😀

Ayat-ayat cinta bukan lah novel pertama karangan Kang Abik yang saya baca, ada Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Bertasbih dan Ketika Cinta Berbuah Surga. Saya bukan penggemar Kang Abik, tapi saya membutuhkan bacaan-bacaan ringan sebagai selingan bacaan-bacaan yang menguras otak, karya Kang Abik sangat bisa dijadikan alternatif.

  Continue reading

Sekuntun mawar putih untukku

  “ Bunga dari siapa Suroi  ? “, tanya Mba Dyah suatu hari

  “ Dari aku “, jawabku singkat

  “ Untuk siapa ?”, tanyanya lagi

  “ Untuk aku “, jawabku lagi

  “ Kasian sekali, emang ga ada yang ngasih bunga ya ?”, ledeknya

  “ Nope, masih bisa beli ndiri ngapain berharap pemberian orang lain 😀  “, jawabku ngeles

  Intinya sebenarnya bukan pada aku mampu beli sendiri dan tak butuh pemberian orang lain, karena       sebenarnya aku sangat suka dengan hadiah, apalagi kejutan tak diduga-duga dijamin aku akan histeris menerimanya 😀

tapi lebih kepada sebuah prinsip hidup, prinsip hidup lho ya, bukan excuses 😀

“ yang paling bisa menghargai diri kita adalah kita, bukan orang lain “

  Continue reading

Aku jatuh cinta pada Arai

Aku jatuh cinta pada Arai

sosoknya menakjubkan, dia menjadi yatim piatu sejak kelas 2SD

tapi meski begitu, kesengsaraan hidup tak membuatnya menyerah untuk meraih mimpi2nya

ada bara semangat dimatanya, seolah berkata aku akan menaklukkan dunia

ada keyakinan yang kuat di tiap katanya sehingga meneguhkan hati manusia-manusia yang lemah

Arai, pria sederhana, motivator ulung, pemimpi sejati, pejuang hidup dan romantis 🙂

siapakah Arai ?

Continue reading

%d bloggers like this: