Bukan untukku

air mata ini kadang masih menetes untukmu
meski aku tau kau bukan untukku,
setidaknya sekarang
tapi sungguh, aku tidak akan menyerah mendapatkanmu
hingga habis waktuku
mengejarmu
meski kini aku hanya bisa menatapmu dalam diam
dari balik kaca yang semakin menghitam
akankah ?
 

tunjuk satu bintang

aku menatapnya lama
menunggu hingga awan hitam itu menyingkir
membiarkan sinarnya menembus retinaku
tapi hingga tubuh ini menggigil dibelai angin malam, ia, awan hitam itu tak jua menyingkir

Seperti inilah kita

puisi nya teman :
Aku ingin menikmati tentang kita
Merasakannya secara perlahan sebelum ditelan sejarah
Lalu menangisinya, mentertawainya, mencintainya, dan merindukannya
Karena kenyataan kita selalu lebih menarik daripada kau dan aku
Dan biarkan aku tidur selamanya, bila mencintaimu adalah sebuah mimpi

that’s what friends are for

teruntuk sahabat-sahabatku
maafkan aku jika sampai hari ini aku belum bisa menunaikan kewajibanku menjadi sahabatmu
belum sempurna memenuhi hak-hak mu atasku
begitu sering melupakanmu dengan jargon kesibukan
maafkan aku sobat
terima kasih sobat
untuk tidak menginggalku meski kau kutinggalkan
untuk tidak melepaskan genggaman tanganmu meski ku tak lagi menggenggammu
atas semua cinta, kasih, sayang, perhatian ataupun sms mu yang meski kadang hanya bertuliskan [...]

reflection

aku mengaca diri
aku tau ada yang salah dengan ku
hatiku mengiyakan, akalku menyangkal
entah kapan dua kekuatan itu bertemu
bersatu dalam harmoni yang indah tanpa perlawanan