siang itu, matahari sangat garang, mencoba menantang keteguhan hati manusia untuk terus bekerja, belajar, berdakwah atau mengaji agama
hari itu, seperti biasa aku mengaji dengan teman2 ku yang baik hati dan tidak sombong (beneran lho
)
saat adzan ashar berkumandang, kami segera mengambil jeda untuk sholat berjamaah
bismillah, inna sholati wa nusukhi wa mahyaya wa mamati lillahi robbil ‘alamin
sholat usai, kami bersiap2 mendengarkan sang Murabbi memulai pelajaran
tapi ada session curhat dulu ternyata, jadinya kita semua pun mendengarkan curhat dari seorang akhwat, sebut saja namanya IRa
ibroh itu dimulai ketika IRa mulai menceritakan sebuah kejadian luar biasa, pengamalan spiritual yang baru saja dialaminya, cairan sebening cristal itu pun tak kuasa ditahannya ketika mulai bercerita
*diceritakan ulang secara bebas :
semenjak lulus dari UNJ (universitas Negeri Jakarta) aku sudah menjadi guru honor di SMP XX Jakarta, aku diamanahi untuk mengajar selama 20 jam, 6 hari dalam seminggu dengan gaji 918 ribu sebulan, Bapak Kepala Sekolah selalu mempercayaiku untuk mengikuti berbagai macam training maupun kegiatan2 di luar kota untuk mewakili sekolah, alasannya cukup simple, aku yang paling muda dan belum menikah
suatu hari aku ditanya seorang guru, sebut saja namanya Pak Amin,
“Mba Ira masuk aliran apa ya ?”, tanyanya
aku kaget mendapati pertanyaan itu, waktu itu aku hanya menjawab kalau aku masuk ke dalam aliran ahlus sunnah wal jama’a, dan aku tidak menyangka pertanyaan itu membawa perubahan besar dalam hidupku
beberapa minggu setelah itu, semua guru2 dan pengurus mengadakan raker di Puncak, di sela2 raker itu Bapak Kepala Sekolah mengumumkan bahwa akan ada tunjangan fungsional bagi para guru honor, alhamdulillah, kataku dalam hati waktu itu, tapi betapa kagetnya aku ketika melihat namaku tidak ada dalam list guru honor penerima tunjangan, dadaku bergemuruh, atas dasar apa ?
aku sudah 3 tahun mengabdi disini sementara yang lain baru 1 tahun sudah mendapatkan tunjangan ?
aku simpan pertanyaan itu rapat2, aku menangis dalam hati sembari berdo’a pada Allah di beri kesabaran, ya aku harus bersabar, karena Allah bersama orang2 yang sabar
ketika menjelang pulang, Pak Amin menghampiriku dan berkata :
Pak Amin (PA) , IRa (IR)
PA : Mba, aku boleh nanya lagi ga ?
IrR : boleh aja pak, gpp
PA : Mba aliran apa ya ?
lagi2 pertanyaan itu yang dia ajukan, aku pun menjelaskan prinsip dasar jama’ahku, tanpa perlu menyebutkan nama partai yang denganny aku berdakwah, tapi tiba2 dia menodongku
PA : Mba PKS kan ?
IR : hmm, ya pak, partai saya PKS, tapi agama saya Islam, kenapa Pak ?
PA : asal mba tau aja, mba ga nerima tunjangan guru honor karena mba adalah aktivis PKS
IR : astaghfirullah, kenapa tidak tabayyun dulu sama aku Pak ? ini dzolim namanya, apakah ada yang salah dengan PKS ? apakah aku mangkir dari tugas mengajar karena kesibukan berpartai ?
sedikit banyak aku menjelaskan apa dan bagaimana PKS, dia berkata
“saya simpati sama PKS, tapi tidak demikian dengan para guru dan pengurus yang sebagian besar adalah NU tulen dan Muhammadiyah tulen, mereka hanya khwatir mba mengajarkan kesesatan”
Astaghfirullah, aku terdzolimi ya Allah, bantulah hamba keluar dari masalah ini, do’aku dalam hati waktu itu…untuk tidak mendapat tunjangan saja tidak masalah bagiku, tetapi ketika aku dituduh mengajarkan kesesatan, rasanya aku tak rela
aku pulang dengan air mata tertahan, tak henti2nya berdo’a semoga Allah memberiku jalan keluar
sesampai di rumah, Yayah, seorang sahabat yang aku kenal lewat berbagai aktivitas dakwah di bawah bendera PKS, menelpon ku dan memberi ku kabar bahwa SMUIT Nurul Fikri sedang membutuhkan tenaga pengajar
aku berterima kasih padanya, malamnya aku sholat istikharah meminta petunjukNya, apakah besok aku mengikuti TES seleksi di Nurul Fikri atau tidak, hasilnya : IYA dan bismilah…
aku melangkahkan kaki ke Depok, menyerahkan semua berkas yang dibutuhkan ke panitia, yang saat itu langsung diminta untuk TES TULIS pelajaran FIsika SMU, MasyaAllah aku ga ada persiapan, tapi bismillah, aku menyebut nama Allah sebanyak2nya
dan ALHAMDULILLAH, aku lulus TES TULIS, selanjutnya aku ikut Interview, 2 orang interviewer itu adalah pendiri SMUIT Nurul Fikri, dan Wakil direktur Nurul fikri Pusat
peserta interview hanya ada 3, salah satunya aku, BISMILLAH, semoga Allah memudahkan
2 hari setelah TES itu, aku kembali dipanggil dan diberi kabar bahwa : AKU DITERIMA dan tanda tangan kontrak saat itu juga
SUBHANALLAH ALLAHU AKBAR, aku masih tidak percaya, peristiwa ini begitu cepat, belum genap seminggu setelah RAKER di puncak , Allah benar2 menolongku
tapi aku masih berpikir ( meski gaji yang aku terima lebih besar 1,4 perbulan plus tunjangan2 lainnya, 20 jam seminggu, 1 tahun kontrak, setelah itu akan di review untuk menjadi guru tetap dengan berbagai fasilitas, diantaranya kredit rumah, umroh gratis dll ), karena aku belum meminta restu ortuku
SUBHANALLAH, aku tak kuasa menahan haru
ALHAMDULILLAH terima kasih Rabbi
aku tau Engkau tidak akan pernah mendzolimi hambaMU seperti yang mereka lakukan padaku
—————————————————————————
kami semua terdiam, aku berdo’a dalam hati
semoga Allah selalu memudahkan urusanmu dan memenuhi hajatmu
memberikan yang terbaik untukmny saudaraku
Karena DIA mencintaimu
ukhti..
akupun begitu
Filed under: idea-inspiration
subhanallah. tapi ternyata black campaign ttg pks masih ada juga di bumi jakarta yang jelas-jelas sudah memutih itu ya?. oh iya suroi, kmr saya ke jkt, terus iseng tanya ke supir taxi ttg partai, jawabnya pks yang bisa diandalkan kok. tuh guru harus ikut liqo nih rupanya. masak kalah sama supir taxi pemahamannya?.
ga seindah yang dibayangkan pak
contoh ni, kita dah mendirikan poliklinik gratis untuk para orang tidak mampu, syaratnya cuman KTP ma surat keterangan tidak mampu
tapi ternyata RT setempat tidak mau ngeluarin surat itu hanya karena tau klo poliklinik itu milik PKS
jadi, solusinya untuk RT2 yang bermasalah, cukup bebekal KTP aja
dan masih banyak contoh lain yang lebih menyakitkan
btw, kpn ke jkt ? koq ga ngomong2 ni
Assalamu’alaikum
Di Pontianak, image PKS jg tak terlalu baik di mata masyarakat. Padahal mereka belum kenal dengan PKS. Mungkin yang lebih baik kalo kita tunjukkan teladan terlebih dahulu tanpa membawa embel-embel PKS, setelah mereka melihat dan bersimpati barulah kita sampaikan bahwa seperti inilah cara kerja PKS. Beginilah yang pernah saya lakukan walaupun saya cuma simpatisan PKS. Selamat mencoba. semoga berhasil.
Wassalam
Semoga Mbak Ira diberi kesabaran dan kemudahan. Saya bisa mengerti rasanya (walaupun tidak sama persis), karena saya dulu juga mengalaminya ketika di SMU (tapi saya bukan orang PKS lho, hehehe). Di-cap “blablabla”, “dsbdsbsb” dan lain-lain. Semoga mbak Ira tidak dendam dengan orang-orang tersebut, malah sebaliknya yaitu mendoakan mereka sebagaimana Nabi mendoakan masyarakat Thoif. Yang penting jangan berhenti untuk senantiasa menebarkan kebenaran dengan sebaik-baiknya cara. Walaupun saya sadari, ada sebagian kecil aktifis PKS yang cenderung eksklusif yang akhirnya malah membentuk stigma negatif di masyarakat atau di individu-individu tertentu.
Maaf Suroi saya nulis lancang begini, karena saya tahu rasanya didholimi hanya karena saya bukan orang PKS (atau apapun namanya), hehehehe..
Assalaamu’alaykum…
Semoga dakwah yang qt lakukan adalah ikhlas mengajak pada Alloh, bukan pada partai, golongan atau apapun itu. Mari luruskan niat qt. IMAN, ILMU, AMAL, DAKWAH, SABAR, InsyaaAlloh…
selalu semangatlah teman2…
jalan ini memang tidak mulus, jalan ini memang penuh dengan mutiara2 bening yang selalu hadir disela2 kerikil tajam di kaki kita..
tapi…
surga itu memang tidak diberikan gratis bagi pemalas, surga itu hanya untuk para pejuang2 yang tak lelah menyusun strategi perangi jahiliah dikala strateginya telah dicuri…
bau surga itu tercium oleh para pejuang2 Allah, pejuang2 yang tak kenal putus asa… nyamannya surga itu kan mulai terasa ketika peluh kita keluar karena jihad di jalanNya…
semangat…