Jangan bosen bilang cinta

5 hari setelah pernikahan, ketika agenda silaturahmi telah usai…

aku iseng2 kirim sms ke beberapa akhwat yang telah menikah, sekedar meminta nasehat praktis dari mereka, berikut summary nya :

” Mulailah apa saja yang kamu lakukan untuk suami dengan Ikhlas, komunikasi dandsaling terbuka adalah hal terpenting dalam rumah tangga, terima segala kekurangannya dengan rasa syukur karena akan menjadikanmu sebagai seorang istri yang bijak dan ladang surgamu, peliharalah sikap Qona’ah agar Allah selalu memberikan keberkahan dalam kehidupan rumah tanggamu….amin”  (Sri, Semarang)

” Layanilah semua keperluan / kebutuhan suami dengan sebaik mungkin, manjakanlah dia, berusahalah untuk mengetahui apa yang ia suka dan apa yang tidak ia suka ” (Soliha, Jakarta)

“terimalah dia dan diri kita apa adanya, met menikmati proses aja ” (Destri, Jakarta)

“Suami adalah pakaian demikian juga sebaliknya, saling menutupi aib..dia adalah pengantar kita masuk surga” (Rahma, Jakarta)

“Yang paling penting adalah kemauan untuk saling mengerti dan bisa mengkomunikasikan segala hal. Walau kadang susah untuk mengungkapkan dan sering silang pendapat. Kembalikan semuanya pada niatan kita untuk menikah, ikhlas karena Allah dan mencapai ridhoNya ” (Nia, Surabaya)

” Usahakan saling kenal dengan terbuka dan jujur, baik hal-hal penting maupun ga, bicarakan juga soal keuangan, itu adalah hal yang sensitif..gunakan waktu sebelum ada anak untuk belajar mencintai, walau masih belajar..usahain masak sendiri :D , sabar, ikhlas, liat yang baik aja, lupain yang buruk..welcome to the really real life..” (Linda, Jakarta)

” Pahami karakter suami dan berlapang dada untuk memberi dan meminta maaf, jaga pandangannya dan pelihara perutnya…” (Mumun, Jakarta)

“Sekecil apapun perasaan di hati harus diungkapkan pada suami, jangan liat kekurangannya, syukuri kelebihannya, yakini kalau dia yang terbaik buat kita, Kalau sudah menemukan perasaan cinta, harus dipupuk terus karena perjalanan ini masih panjang..jangan bosen bilang “i love you”, “i miss you”…meski kita duluan yang ngomong” (Dedeh, Surabaya)

“Tidak ada kebaikan yang tersia dan pernikahan adalah pintu dari sejuta kebaikan” (Putri, Bekasi)

Jazakumullah ukhti, insyaAllah

semoga Allah selalu membimbing dan merdihoi setiap langkah kita

amin

10 Responses

  1. subhanallah, sahabat-sahabat yang dapat dibanggakan. yang ikhlas berbagi kebaikan dan pengalaman. subhanallah.

  2. setiap esok akan terurai satu demi satu teka teki..
    itulah asyiknya pernikahan.

    barakallahu fii kum akhii wal ukhtii

    pakcik Ahmad

  3. wah hebat ya sahabat2nya tante suroi..

    kata ayah tambahin lagi neh tante..IKHLAS berbuat smuanya karena Allah SWT, x-tra2 double SABAR (+)
    –> penting banget , dan KOMUNIKASI tanpa henti (hi..hi kayak iklan ajah)

    welcome to the really real life..dimana kita pikir mudah ternyata sulit dan kita duga sulit ternyata malahan lebih mudah..

  4. makasih makasih
    smg aku bisa
    CAIYO ^^

  5. selamat mbak, lama ga baca blognya, ternyata dah ada perubahan besar dalam hidup mbak suroy. sekali lagi selamat yaaa…
    :)

  6. Dinda sayanngq…
    Aq akan selalu mencintai dan menyayangimu.
    Smoga Allah SWT menajadikan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.. amien.
    Akan kupimpin keluarga kita kejalan yang di ridhoi Allah SWT, dan selalu beribadah kepada-Nya.

  7. hai sayang,
    tumben muncul, biasanya invisible :D

    amin, insyaAllah

  8. waw so cute! :D papana ikutan

  9. :D … wah … great great …. meski demikian, nasi dalam kerikil tu kadand jadi hal yang menarik untuk dinikmati, gitu juga pernikahan, sesekali ada “saling sewot” akan semakin menambah romantisme perjalanan cinta… :D

    soale istriku nek abis marah trus senyum tu … wuih … jadi cuantik bgt … :D

    PERINGATAN ..!!!! HANYA BERLAKU BAGI YANG MAU BELAJAR BERSABAR. NEK BLOM BISA, BIASA AJA LAH …:d

  10. pasangan suami istri haruslah saling terbuka n saling mengerti sama lain,dan jangan bosen bilang sayang n cinta ,karena itu kita bisa bahagia, seperti pepatah, betapa sakitnya hati bila mencintai seseorang tetapi yang kita cintai tidak mencintai kita, dan lebih sakitnya lagi kalau kita mencintai seseorang ,tidaklah pnya keberanian untuk mengungkapkannya, thanks

Leave a Reply